Bangunkan Aku Pukul Tujuh

Aku tercenung. Melamar Lana? Belum terpikir sama sekali olehku. “Kau takut berkomitmen?” Tantangnya. “Eh, bukan takut tapi… Lamaran harus dengan persiapan yang matang Lana, tak bisa sekali jadi.” Jawabku sambil memikirkan betapa ribetnya. Apalagi kemarin aku sempat membaca di salah …

Read More

Menanti Lamaran

Hari ini Robi pulang, Lana pun sengaja izin dari kerja. “Bi, kangen…” Songsong Lana. “Aku juga,” Robi memberikan oleh-olehnya yang pertama. “Berapa banyak aku berhutang kecupan rindu untukmu?” Tanya Robi. Lana menggeleng entah, seolah tak ingin menghitungnya. “Oia, ini oleh-oleh …

Read More

Untuk Kamu Apa sih yang Enggak Boleh?

“Tapi banyakan nyebelinnya dari pada ngangenin” “Boleh juga deh, yang penting kangen. Apa sih yang engga boleh buat kamu?” Robi cengengesan. Lana mendengus masih kesal. Meski dalam hati ia mengakui kalau ia merindukan Robi. “Bi, pulang kapan? Nanti beliin sepaket …

Read More

Cintaku Mentok di Kamu

“Fito! Gue tau, handphonegue ketinggalan di ruang meeting! Robi mengguncang tubuh temannya yang sedang pulas itu. “Lu yakin?” “Yakin! Buruan kita berangkat meeting hari ini!” “Lu mandi dulu deh kaya’nya. Gue mau lanjut tidur.” Fito menarik selimut, Robi ngacir mandi. …

Read More

Bales Kangenku Dong!

Lana uring-uringan! Seharian ini tak satupun pesan ataupun telepon dari Robi. Jelas-jelas ia sudah berjanji untuk menghubungi tiga kali sehari. ‘Tuut.. tuut.. tuut..’ Tak diangkat! Lana mencoba untuk kelima kalinya. Cukup sudah! *** Sementara Robi dan teman sekantornya Fito tengah …

Read More

Sambungan Hati Jarak Jauh

“Jadi, dia Om kamu?” “Iya. Pasti mikirnya macem-macem.” Tuduh Lana. Aku mengiyakan. “So, mau lunch di mana?” “Ngg… Rumah Makan Padang?” Tawarku. “Hahaha.. Baiklah. Ayo!” *** “Kesekian kalinya nge-date di sini. Pulangnya selalu kekenyangan.” Ucapku. “Heheh.. Di sini juga kau …

Read More