Setelah latihan kemarin, hari ini aku bertekad berkenalan dengan gadis itu.
Tepat pukul sepuluh malam, aku keluar dari kantor. Menyusuri jalanan yang masih ramai dengan motor antikku. Sekitar setengah jam, aku sudah tiba di sana. Kulihat gadis itu tengah sibuk dengan pelanggan lain.
“Hai, seperti biasa ya.” Ujarku.
Ia menuang segelas wine.
Tanpa basa-basi lagi ku lancarkan hasil latihanku semalam.
“Jadi pulangnya jam berapa, Lana?”
“Jam dua. Beneran mau nganterin pulang?” Tanyanya dengan muka serius. “Tentu!” Jawabku mantap.
Aku menunggu sekitar tiga jam. Duduk manis seperti kucing menunggu jatah makan.
Pukul dua dini hari Lana mulai berkemas.
“Ayo!” Ajaknya. Aku menguntit.
Kami menuju lapangan parkir.
“Terimakasih sudah mengantarku pulang!” Ucapnya. Aku bingung.
“Itu rumahku!” Tunjuknya pada sebuah bedengan persis di sebelah parkir motorku!
Tuhaaaannn…
Memilih kursus tambahan bagi anak tentu saja sering kali menambah kekhawatiran baru bagi orang tua.…
Kamu suka baca puisi gak? Aku baru aja namatin satu buku puisi karya Joko Pinurbo…
Penguasaan fondasi matematika pada usia dini 4 hingga 12 tahun memegang peranan krusial dalam membentuk…
Hari Selasa, 7 Oktober 2025 lalu, saya berkesempatan menghadiri Kegiatan XLSMART Peduli Disabilitas Berdaya 2025…
Di balik nama Dr. Arius Satoni Kurniawansyah, S.Kom., M.Kom. tersimpan perjalanan panjang yang sarat perjuangan,…
Semangat, Memulai Bisnis Online Memang Tidak Mudah, Tapi Kamu Bisa! Setiap seller online pasti menghadapi…
This website uses cookies.
View Comments
Hahaha, Tuhaaannn.... :p
:D
Makasih kunjungannya Kak...