“Hai, boleh kenalan?” Aku memasang senyum. Ia pun tersenyum.
“Gue Robi, kamu?” “Lana.”
Kami sekilas beradu pandang.
“Sudah lama kerja di sini?”
Ia mengangguk, menuang minuman ke gelas.
Aku menyeruputnya perlahan, membiarkan minuman itu mengisi ruang-ruang kosong di tenggorokanku.
“Tak keberatan kan menemaniku?”
“Tentu tidak. Tak membawa teman untuk mengobrol?”
Aku menggeleng. “Jomblo” tukasku.
Ia tersenyum seolah terbiasa dengan jawabanku yang terkesan standar baginya.
“Satu atau dua gelas wine takkan membuat mabuk.” Ucapnya.
Aku memberi kode supaya ia menuangkan lagi isi botol itu.
“Ada apa?” Tanyanya tiba-tiba ketika melihatku berhenti minum.
“Kau pulang sendiri nanti, Lana? Boleh aku mengantarmu pulang?” Tawarku.
Ia terdiam.
***
Ku tatap cermin besar di ruangan. Cukup latihan hari ini, terlalu banyak menduga-duga. Esok aku akan menemuinya di sana.
Memilih kursus tambahan bagi anak tentu saja sering kali menambah kekhawatiran baru bagi orang tua.…
Kamu suka baca puisi gak? Aku baru aja namatin satu buku puisi karya Joko Pinurbo…
Penguasaan fondasi matematika pada usia dini 4 hingga 12 tahun memegang peranan krusial dalam membentuk…
Hari Selasa, 7 Oktober 2025 lalu, saya berkesempatan menghadiri Kegiatan XLSMART Peduli Disabilitas Berdaya 2025…
Di balik nama Dr. Arius Satoni Kurniawansyah, S.Kom., M.Kom. tersimpan perjalanan panjang yang sarat perjuangan,…
Semangat, Memulai Bisnis Online Memang Tidak Mudah, Tapi Kamu Bisa! Setiap seller online pasti menghadapi…
This website uses cookies.
View Comments
to the point:
endank! cerita kamu kurang ajar! *kutipan mas dhani ahmad*
makasih kak tiga garis bawah :)
ajarin dong, biar makin kurang ajar! xD
Ini ada lanjutannya kan?
sila dibaca hari ke-2 nya kak! :))
Ditunggu lanjutannya. :))
siappp! sila dibaca hari ke-2nya :D
terimakasih sudah berkunjung