Kamu suka baca puisi gak? Aku baru aja namatin satu buku puisi karya Joko Pinurbo yang berjudul Bola Matamu Padang Ilalang. Baru baca judulnya saja aku sudah penasaran. Begini, nih isi puisinya:
Bulu matamu: padang ilalang.
Di tengahnya sebuah sendang.
Kata sebuah dongeng,
Dulu ada seorang musafir
datang bertapa untuk membuktikan
apakah benar wajah bulan
bisa disentuh lewat dasar sendang.
Ia tak percaya, maka ia menyelam.
Tubuhnya tenggelam dan hilang
di arus maha dalam.
Arwahnya menjelma
pusaran air berwarna hitam.
Bulu matamu: padang ilalang.
Bulu Matamu: Padang Ilalang adalah salah satu puisi paling ikonik sekaligus judul buku kumpulan puisi karya penyair legendaris Indonesia, Joko Pinurbo. Melalui gaya bahasa yang khas—sederhana namun sarat akan perenungan mendalam—puisi ini mengajak pembaca memasuki dunia imajinatif yang magis. Dengan metafora bulu mata sebagai “padang ilalang” dan mata sebagai “sendang” (mata air), Jokpin mengisahkan petualangan seorang musafir yang tenggelam demi mengejar bayangan bulan. Puisi ini tidak hanya indah saat dibaca, tetapi juga sangat populer di dunia sastra hingga sering dialihwahanakan ke dalam bentuk musikalisasi puisi oleh berbagai musisi tanah air. Ini salah satunya yang dinyanyikan oleh Oppie Andaresta:
Walaupun, kalau ngomongin puisi, kadang suka kebayang kata-kata yang berat, puitis banget, atau malah bikin dahi berkerut gara-gara susah dimengerti, kan? Nah, almarhum Joko Pinurbo—atau yang akrab disapa Pak Jokpin—selalu punya cara beda buat menyapa pembacanya. Di buku puisi Bola Matamu Padang Ilalang, beliau balik lagi bareng gaya khasnya: santai, kocak, tapi pas diresapi malah bikin mikir dalam.
Salah satu alasan kenapa puisi Jokpin tuh asik banget dibaca pas lagi nyantai ya karena bahasanya nggak neko-neko. Beliau nggak sibuk nyari kata-kata “ajaib” yang ada di kamus tua. Justru, benda-benda remeh di sekitar kita—kayak celana, sarung, kamar mandi, atau obrolan santai di warung kopi—disulap jadi puisi yang keren banget.
Di balik humor dan plesetan kata ala Jokpin, sebenarnya Bola Matamu Padang Ilalang banyak nyentuh topik-topik yang dalam:
Buku ini cocok banget buat kamu yang mau mulai suka puisi tapi males sama gaya tulisan yang terlalu berat. Buat yang udah biasa baca puisi pun, karya Jokpin bakal tetep terasa nyegerin.
“Ngebaca Jokpin tuh unik banget: menit ini bisa bikin kita ketawa tipis, tapi menit berikutnya malah bikin kita tertegun sendirian.”
Singkatnya, Bola Matamu Padang Ilalang tuh kayak cermin yang dipasang di depan kita. Menghibur, relevan, dan bikin kita sadar kalau hal-hal sederhana di sekitar kita ternyata punya ceritanya sendiri.
Kalau kamu ingin mengoleksi atau mengulas karya ini lebih lanjut, berikut adalah detail informasi bukunya:
Bisa juga langsung checkout di e-commerce ya! Selamat beribadah puisi.
Memilih kursus tambahan bagi anak tentu saja sering kali menambah kekhawatiran baru bagi orang tua.…
Penguasaan fondasi matematika pada usia dini 4 hingga 12 tahun memegang peranan krusial dalam membentuk…
Hari Selasa, 7 Oktober 2025 lalu, saya berkesempatan menghadiri Kegiatan XLSMART Peduli Disabilitas Berdaya 2025…
Di balik nama Dr. Arius Satoni Kurniawansyah, S.Kom., M.Kom. tersimpan perjalanan panjang yang sarat perjuangan,…
Semangat, Memulai Bisnis Online Memang Tidak Mudah, Tapi Kamu Bisa! Setiap seller online pasti menghadapi…
Siapa bilang belajar bahasa Inggris itu membosankan? Kini, anak-anak bisa belajar bahasa Inggris dengan cara…
This website uses cookies.