Bu Mimi kasak kusuk di seberang sana. Bibirnya maju mundur. Kadang vertikal, kadang horizontal.
“Tuh, Pak. Liat, deh. Tetangga depan udah beli motor baru buat istrinya. Aku kapan dibeliin?”
“Nanti”
“Pak, tetangga sebelah dibeliin berlian hadiah perkawinan. Ibu kapan toh? Jangan janji terus!”
“Sabar”
“Pak, ibu diajak ke Bali atau Singapura kenapa kalau liburan? Masa kalah sama tetangga di gang dalam?”
“Iya”
“Bapak ini jawabannya kalau ga nanti, sabar, kalau enggak iya-iya aja. Apa ga bosan sih, Pak?”
“Ehm, bosen sih Bu. Tapi, coba sekali-kali ibu ganti pertanyaannya. Misalnya, ‘Pak, Bapak kapan mau cari istri baru kayak tetangga depan?”
“Bapak!!”
Memilih kursus tambahan bagi anak tentu saja sering kali menambah kekhawatiran baru bagi orang tua.…
Kamu suka baca puisi gak? Aku baru aja namatin satu buku puisi karya Joko Pinurbo…
Penguasaan fondasi matematika pada usia dini 4 hingga 12 tahun memegang peranan krusial dalam membentuk…
Hari Selasa, 7 Oktober 2025 lalu, saya berkesempatan menghadiri Kegiatan XLSMART Peduli Disabilitas Berdaya 2025…
Di balik nama Dr. Arius Satoni Kurniawansyah, S.Kom., M.Kom. tersimpan perjalanan panjang yang sarat perjuangan,…
Semangat, Memulai Bisnis Online Memang Tidak Mudah, Tapi Kamu Bisa! Setiap seller online pasti menghadapi…
This website uses cookies.
View Comments
wkwkwkkk..... langsung bawa pentungan.
Tsadeesssttt ya mbaa... ??
Hihihi. Si bapak busa aja
Suami cerdas... Hahaha
Balada emak-emak, dan si suaminya juga pinter banget dah ngadepin istrinya
Bener ya mbak.. pernah ngalamin ga? ?
suami yang cerdas mbak, hehehe
pertanyaan bapak yg terakhir sepertinya menarik, andai saja istri berkata ia saat ditanya seperti itu alangkah bahagianya hidup ini,,wkwkwkw