Lana uring-uringan!
Seharian ini tak satupun pesan ataupun telepon dari Robi. Jelas-jelas ia sudah berjanji untuk menghubungi tiga kali sehari.
‘Tuut.. tuut.. tuut..’
Tak diangkat! Lana mencoba untuk kelima kalinya. Cukup sudah!
***
Sementara Robi dan teman sekantornya Fito tengah panik mencari keberadaan ponsel Robi yang raib entah ke mana?
“Kau yakin membawanya?”
“Tentu, terakhir sebelum berangkat aku masih sempat menelepon Lana.”
Robi mengacak-acak ransel dan kopernya. Setiap sudut kamar sudah ditelusuri. Nihil!
“Sudahlah, nanti kita cari lagi. Kau kabari pakai ponselku saja.” Tawar Fito.
“Tapi, To..”
“Ga perlu sungkanlah, habis pulsanya tinggal kau isi. Gampangkan?”
“Gue ga hapal nomornya…” Terang Robi memelas.
***
Lana pulang ke kediamannya mendapati ponsel yang sengaja ia tinggalkan semalaman tak menunjukkan perubahan apa-apa kecuali baterai yang sekarat.
Memilih kursus tambahan bagi anak tentu saja sering kali menambah kekhawatiran baru bagi orang tua.…
Kamu suka baca puisi gak? Aku baru aja namatin satu buku puisi karya Joko Pinurbo…
Penguasaan fondasi matematika pada usia dini 4 hingga 12 tahun memegang peranan krusial dalam membentuk…
Hari Selasa, 7 Oktober 2025 lalu, saya berkesempatan menghadiri Kegiatan XLSMART Peduli Disabilitas Berdaya 2025…
Di balik nama Dr. Arius Satoni Kurniawansyah, S.Kom., M.Kom. tersimpan perjalanan panjang yang sarat perjuangan,…
Semangat, Memulai Bisnis Online Memang Tidak Mudah, Tapi Kamu Bisa! Setiap seller online pasti menghadapi…
This website uses cookies.
View Comments
Sebenarnyo ambo male mbaco cerito-cerito tolol macam ini, jadi ambo ndak nanyo langsung ke ujungnyo bae: kekiro jadi dak Lana kek Robi tu kawin. Thanks.
Pengen tau aja atau pengen tau bangettt? XD