'Terlalu cepatkah kukatakan itu semua?'Lana bahkan tak mampu menjawab. Ia diam beribu bahasa, sampai aku pamit pulang dan berkata, "Aku…
Untung belum terlambat! Aku dan Fito akhirnya bisa duduk nyaman di bangku penumpang. Aku membayangkan mimpiku semalam, 'Melamar Lana?' Napasku…
Aku tercenung. Melamar Lana? Belum terpikir sama sekali olehku. "Kau takut berkomitmen?" Tantangnya. "Eh, bukan takut tapi... Lamaran harus dengan…
Hari ini Robi pulang, Lana pun sengaja izin dari kerja. "Bi, kangen..." Songsong Lana. "Aku juga," Robi memberikan oleh-olehnya yang…
"Tapi banyakan nyebelinnya dari pada ngangenin" "Boleh juga deh, yang penting kangen. Apa sih yang engga boleh buat kamu?" Robi…
"Fito! Gue tau, handphonegue ketinggalan di ruang meeting! Robi mengguncang tubuh temannya yang sedang pulas itu. "Lu yakin?" "Yakin! Buruan…
Lana uring-uringan! Seharian ini tak satupun pesan ataupun telepon dari Robi. Jelas-jelas ia sudah berjanji untuk menghubungi tiga kali sehari.…
"Jadi, dia Om kamu?" "Iya. Pasti mikirnya macem-macem." Tuduh Lana. Aku mengiyakan. "So, mau lunch di mana?" "Ngg... Rumah Makan…
Aku masih berdiri di depan pintu. Menahan sejuta kecewa yang memuncak.Dua pasang mata itu menatap terkejut ke arahku. "Robi? Ayo…
Tuhan, terimakasih skenario-Mu... Setidaknya aku tahu di mana ia tinggal meski harus mengubur anganku untuk membonceng dia pulang. Lana tersenyum…
This website uses cookies.