Parenting [ANDARA]

Surat Cinta untuk Andara

Andara, Tanda Cinta Allah Pada Hamba-Nya

25 September 2013, 
Satu hari sebelumnya, di sore yang cerah aku dan bapakmu sudah membawa satu koper penuh pakaian milikmu yang telah kusiapkan dua bulan lalu. Semua pakaian mungil itu kucuci dan setrika sendiri, meski sesekali terhenti karena perut ibumu keram dan pinggang rasanya pegal. Sesampainya kita di rumah sakit, bapakmu dan aku segera memberi kabar pada kedua nenekmu bahwa besok kita akan melalui operasi caesar di pukul 6 pagi.

Ah, bukannya aku tak mau melahirkanmu secara spontan tapi kami punya alasan yang sudah kami pertimbangkan matang-matang. Pun sudah kami usahakan agar kamu bisa lahir tanpa perlu mengunjungi ruang operasi. Namun, di sinilah kita pada pagi hari itu. Setelah berpuasa di malam harinya, kita berdua seolah-olah sangat siap menjalani rangkaian proses operasi caesar. Hanya kamu dan aku di dalam ruangan yang dikelilingi oleh dokter kandungan, ahli bedah, dan entah siapa lagi para ahlinya di dalam sana. Saat suntikan bius telah menusuk di beberapa bagian, yang terdengar hanya suara obrolan dan bunyi seperti kertas tebal yang digunting. Lalu bagian atas perut ibumu ini di tekan dan satu suara lagi yang mirip dengan bunyi umbi besar dicabut dari akarnya. “Kraaakkk” disusul dengan pecah tangismu. Masih terbayang sampai sekarang engkau yang masih merah, menangis dengan kencangnya. Mataku berkaca-kaca ingin segera menggapaimu tapi apa daya kedua tanganku bahkan tak bisa kugerakkan. Komentar dokter obgynmu kala itu “Selamat ya, Bu. Wah, anaknya besar”

Aku masih bingung, sebesar apa kamu? Sementara kamu sudah dibawa keluar ruangan operasi. Sungguh, ibumu tak tahu setelah itu apa yang kamu alami, ibumu ini masih harus dijahit perutnya kemudian dibawa ke kamar inap tanpa beranjak dari tempat tidur. Kamu tahu? Di tengah sisa-sisa kesadaran, ibumu ini mencari-cari tahu kamu di mana?

Ya, Nak itu sepenggal cerita saat pertama kali kita bertemu. Setelahnya banyak cerita yang juga menguras tenaga dan air mata. Ibumu ini terkena baby blues, mungkin lelah, mungkin juga stress. Jam tidur yang jauh berkurang karena kamu terus menangis. Tentu saja sudah kuberikan ASI, namun hanya sebentar kamu diam. Rasanya seisi ruangan di rumah sakit itu hanya berisi suara kencang tangisanmu. Maaf nak ibumu terlalu lemah untuk terus menggendong, menyusui, dan menahan rasa sakit pasca operasi. Terkadang terpaksa kuberikan susu formula, agar kamu bisa tidur nyenyak dan ibumu bisa istirahat.

Setahun, dua tahun, tiga tahun, dan sekarang kamu sudah berusia 4 tahun. Kita teman seperjalanan yang kompak. Meskipun ibumu ini sempat galau karena kamu mogok sekolah dan kamu pernah bersedih karena nada tinggi ibumu memekakkan telinga. Terkadang kita malah menangis bersama, saling meminta maaf dan berkata sayang. Selebihnya adalah cerita-cerita bahagia kita bertiga.

Kamu tumbuh jadi anak yang sehat dan ceria. Tentu saja sesekali kamu terkena penyakit anak pada umumnya seperti demam, flu, batuk ataupun diare. Tak terhitung berapa kali kami membawamu ke dokter spesialis anak karena demam dan diare saat bayi. Bahkan untuk biang keringatmu, kami harus membawamu sampai ke rumah sakit. Sampai sekarang pun, di dalam tasmu masih kami sisipkan salep kulit jika alergi gatal ataupun biang keringatmu kambuh.

Hal yang baru kami temui darimu adalah, alergimu terhadap jenis buah-buahan tertentu yang membuat tubuhmu menjadi gatal karena memakannya. Ah, apapun itu tentu saja bapakmu dan aku, ibumu selalu inginkan yang terbaik untukmu. Pastinya kami selalu menyayangimu, bagaimanapun nanti keadaanmu dan perlakuanmu terhadap kami. Sebab kamu adalah salah satu bukti betapa maha pengasih dan penyayangnya Allah pada kami.

Tempra, Tanda Cinta Ibu pada Andara

Hari ini kamu kembali demam. Setelah beberapa hari sebelumnya kamu mengeluh tak enak badan. Mungkin kamu lelah, bermain di bawah teriknya matahari siang saat menunggu ibumu bekerja. Maafkan ibu, Nak harus membawamu ke tempat kerja. Memarahimu karena terlambat bangun pagi atau lamban mengunyah makanan. Dan itu hampir terjadi setiap hari. Kalau kamu demam, ibu adalah orang pertama yang merasa galau dan merasa bersalah dua kali lipat dibandingkan dengan mengajakmu ke tempat kerja.

Alhamdulillah, beberapa hari sebelumnya ibu sudah membeli Tempra Syrup. Paracetamol dengan dosis khusus anak-anak usia 1-6 tahun yang berkhasiat menurunkan panas dan meredakan nyeri. Saat suhu tubuhmu meningkat di malam hari ketika kamu tidur, keesokan paginya setelah sarapan ibumu segera memberikanmu Tempra Syrup. Kemudian siangnya, panasmu berangsur turun. Ah, ibu merasa lega. Sekarang tinggal mengobati batuk dan pilekmu saja dengan madu alami kesukaanmu yang memang biasa kita konsumsi setiap hari.

“Wah, rasa anggur! Warnanya ungu. Ini warna kesukaan Adis!” Teriakmu antusias, saat pertama kali meminum obat penurun panas, Tempra Syrup. Ibumu pun dengan mudah memberikan dosis sesuai takaran. Sebab Tempra dilengkapi dengan gelas takar khusus. Untuk anak seusiamu, ibu hanya perlu memberikan sebanyak 7,5 ml sebanyak 3 kali sehari atau setiap 4 jam dengan batas pemberian maksimal 5 kali sehari. Ingat ya, dosis tepat (tidak menimbulkan over dosis atau kurang dosis). Sebab kelebihan dosis dapat menimbulkan keracunan hati pada anak.

Selain itu Tempra Syrup juga aman di lambung dan asyiknya lagi tidak perlu dikocok, larut 100%. Hihihi… senang sekali karena ibumu ini yang sering lupa dengan label “Kocok Dahulu” jadi ga merasa bersalah gara-gara lupa kocok obat sebelum diminum.

 

Komposisi, Indikasi dan Dosis Tempra Syrup

Tempra Syrup Rasa Anggur. Menurunkan Panas Meredakan Nyeri

Nak, banyak ibu yang berdoa saat anak sakit maunya penyakit itu dipindahkan saja ke ibu. Tapi ibumu tak mau berkata seperti itu. Sebab, ibu percaya Allah Maha Pengasih dan Maha Kuasa. Memberikan kamu Tempra Syrup saat demam adalah salah satu ikhtiar cinta ibu padamu. Dan ibu tahu Allah akan mengabulkan doa ibu yang bersungguh-sungguh meminta agar kamu, ibumu dan bapakmu selalu sehat dan bahagia.

Artikel ini diikutsertaakan dalam lomba blog yang diselenggarakan oleh Blogger Perempuan dan Tempra.

Previous Post Next Post

You may also like

33 Comments

  • Reply hariekhairiah

    Cerita mengenai hadirnya buah hati selalu bikin hatiku terharu sehat terus yaa adis

    Desember 15, 2017 at 11:05 am
    • Reply Apura

      Memang sebuah kelahiran anak adalah momen yang tak terlupakan. Makasih ya kak doanya

      Desember 15, 2017 at 6:43 pm
  • Reply andyhardiyanti

    Alergi buah? Saya malah tumber dengar. Kalau anak saya ini alerginya sama udang. Asal berlebihan makan udang, keluar deh tuh bentol-bentolnya.

    Desember 15, 2017 at 12:19 pm
    • Reply Apura

      Iya, mba dia ga bisa makan pepaya, rambutan, kelengkeng, anggur merah, jeruk… Setelah makan pasti langsung bentol-bentol badannya

      Desember 15, 2017 at 6:42 pm
  • Reply Nchie Hanie

    Hai Andara, lucunyaa sini Tante Cubit.

    Ahh aku selalu melow kalo baca perjuangan ibu melahirkan. Meleleh..
    Semoga Ibu, Andara, Bapak dan semuanya selalu dinerikan kesehatan yaaa

    Desember 15, 2017 at 4:34 pm
    • Reply Apura

      Hai Tante cantik. Semoga Tante juga selalu sehat biar bisa main ke sini

      Desember 15, 2017 at 6:40 pm
  • Reply Nova DW

    Perjuangan seorang ibu saat melahirkan selalu meninggalkan kisah yang mengharukan. Semoga sehat terus ya Andara ^^

    Desember 15, 2017 at 4:37 pm
    • Reply Apura

      Iyaa makasih doanya kak

      Desember 15, 2017 at 6:39 pm
  • Reply Okti Li

    Eh saya baru tahu ada anak alergi buah. Kalau alergi buah gitu misal sari pada minuman atau kue2 apa juga ngaruh?

    Sehat selalu dan solehah selamanya ya sayang 🙂

    Desember 15, 2017 at 5:16 pm
    • Reply Apura

      Sari minuman atau kue biasanya sih enggak mba. Makasih doanya tante

      Desember 15, 2017 at 6:38 pm
  • Reply lendyagasshi

    Adiis…
    Sudah besar dan tumbuh menjadi gadis sholiha yang cantik jelita.
    Suka banget sama kisahnya, Bun…

    Aku jadi serasa flashback saat kelahiran anak pertama dan kedua.
    Meskipun caranya berbeda, namun tetap jihadnya sama.

    Semoga Adis sehat terus yaa, nak..
    jadi kebanggan Ibu dan Bapak.

    Desember 15, 2017 at 11:25 pm
  • Reply Tuty Queen

    Terharu kalau baca pengalaman teman-teman para ibu yang merasakan melahirkan, aku pengen banget melahirkan dan punya anak 🙂

    Desember 15, 2017 at 11:35 pm
  • Reply April Hamsa

    Hallo Andara. Sehat2 terus yaaa 🙂
    Saya juga sedia Tempra untuk jaga2 kalau anak2 demam di rumah mbak. Direkomen dokter anak2 sejak dulu. TFS

    Desember 16, 2017 at 6:58 am
  • Reply Liza

    Anak panas emang bikin galau. Walaupun belum punya anak, tapi sering dengerin keluhan temen-temen yang udah jadi Ibu, kalau anak demam udah deh bikin panik

    Desember 16, 2017 at 7:03 am
  • Reply Puspita Yudaningrum

    Aku jadi baper bacanya adahal blm jadi ibu” hikz
    Btw selalu suka kalo adis difoto. Muka adis ini fotogenic bgt gemes deh jadinya

    Desember 16, 2017 at 10:37 am
  • Reply Anindita Ayu

    Adis ini setiap difoto pasti hasil fotonya selalu lucu ya mbak.. Baru tau kalo Adis ini alergi buah. Tempra ternyata bisa jadi bukti cinta bunda ya mbak..

    Desember 16, 2017 at 11:31 pm
  • Reply Ata

    Aku kalo liat Tempra jadi inget jaman dulu kalo demam juga suka dikasih ini sama Mama sebelum ke dokter.

    Semoga selalu happy dan sehat ya Mba utk Andara dan keluargaa. 😀

    Desember 19, 2017 at 9:41 am
  • Reply Junita Susanti

    Aku jadi terharu membaca pertemuan Mbak Pura sama Andara.. sehat terus ya, jangan lupa sedia tempra syrup di rumah….

    Desember 19, 2017 at 10:27 am
  • Reply zefy

    andaranya manut ya mbak, ngikut aja diminta minum obat 🙂

    Desember 19, 2017 at 11:03 am
  • Reply Munasya

    Waduh diksi diksi di artikel ini keren, seperti baca sastra dan cerpen. Padahal ini kan kisah nyata

    Desember 19, 2017 at 1:46 pm
  • Reply Happyummi

    Duhh ibook so sweet banget kata2nya
    Jadi terharu
    Ingat jg perjuangan ngelahirin anak2
    Ibu terus melakukan apapun y yg terbaik untuk anak2nya
    Sehat terus adis

    Desember 19, 2017 at 7:57 pm
  • Reply Dahlia Siregar

    Mewek gue bacanya…cepat sembuh ya andara…

    Desember 20, 2017 at 10:57 am
  • Reply Ria Kurniasih

    Pinter banget sih Adis, minum obat sendiri, si ibook semangat terus ya buk, jagain putri cantiknya

    Desember 20, 2017 at 11:20 am
  • Reply Mildaini

    Tanda cinta ibu ke anaknya banyak banget ya, semoga ank juga sayang Ama ibunya. Adis sehat terus ya nak

    Desember 20, 2017 at 11:37 pm
  • Reply Keluarga Nawra

    Kepulauan Adis ini mirip ama Athifah ya, hahahaha. Jadi ingat anak sendiri.

    Desember 20, 2017 at 11:38 pm
  • Reply Ambar Pravita

    Baper baca nya mbak. Semoga adis selalu sehat dan ceria ya..

    Desember 21, 2017 at 5:30 am
  • Reply Helena

    Mbak…jadi kebayang ruang operasi dan bunyi kertas tebal itu apa bukannya perut lagi dibuka. Hiiii… Alhamdulillah lancar yaa. Sehat terus, Kak Adis.

    Desember 23, 2017 at 5:25 am
  • Reply Nissa AMS

    Sama momss.. aku juga melahirkan secara sesar karena alasan minus mata yang uda terlalu tinggi.. selain itu karena udah hampir minggu 40 si debay gak mau keluar2 juga..

    Desember 28, 2017 at 11:48 pm
  • Reply Yulia Marza

    Sehat terusbsaya aAndara. Ada kasih Mama dan juga Tempra.

    Desember 29, 2017 at 12:34 pm
  • Reply Atiqo

    Apapun kelahirannya baik normal maupun sc selalu jadi moment tak terlupakan yaa mbaa. Sehat trs adis.

    Desember 29, 2017 at 8:41 pm
  • Reply Rodame

    semoga sehat selalu ya Andara.

    Januari 2, 2018 at 3:01 pm
  • Reply ike yuliastuti

    halo andara, kamu cantik,

    sehat terus ya dek…

    Januari 6, 2018 at 2:38 am
  • Reply Lindaleenk

    tempra ini kayaknya udah dari aku kecil ada deh
    masih awet ya merk ini

    Januari 31, 2018 at 9:27 am
  • Leave a Reply

    This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.