Puisikah ini?

Sepuluh Larik Perihal Kamu

Hari ini bibirmu berbisik perlahan menghitung satu sampai sepuluh lalu lari ke pelukku
Kau meringis mengais peluh yang tak berhenti hanya karena letih
Pada sejengkal ruang rindu yang menunggumu dalam lelapku
Sudah berapa lama kau di situ. Di penantian serupa batu diam di tepi sungai?
Tatapan matamu selalu di angan merajut rindu, bergelayut menantimu seperti batu
Dalam lirihnya sedih kutelan pedih sendiri sembari menggoreskan luka di atas kain putih, dengan namamu pasti
Meski kini kau semakin jauh tuk kuraih
Haruskah kupergi dan menepi melupakan semua yang terjadi
Seketika dinding kamar ikut menertawakanku yang jatuh bangun  hanya karena rindu
Satu dua tiga… sepuluh
Kau lenyap dalam dadaku.

Puisi kolaborasi #temanAnji. Terimakasih kalian.

Previous Post Next Post

You may also like

1 Comment

  • Reply Apura's Blog - Kenapa Menulis Blog? | Apura's Blog

    […] tak bisa diungkapkan langsung melalui emosi lisan. Bisa dicari kategorinya di blog ini dengan label #PuisikahIni. Pastinya fiksi dan puisi ini aku tulis rata-rata karena ikutan challenge nulis. […]

    April 23, 2020 at 4:11 pm
  • Leave a Reply

    This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.