Flash Fiction

Merahasiakan Rahasia

“Apa yang kau tunggu dari sebuah penantian?”

“Apa yang kau cari dalam suatu hubungan?”

“Apa tujuanmu mencintai seseorang?”

“Bertemu denganmu, berkasih sayang, dan melindungi yang dikasihi”

“Aku tak butuh jawaban! Aku butuh tindakan!” Makiku di telepon genggam yang sok pintar.

Tut.. Tut.. Tut..

Sambungan terputus. Di seberang sana seorang pria tampan tertegun dengan telepon yang masih menempel di kuping.

***

“Bengkulu – Jakarta itu bukan beda negara, apalagi beda benua. Hanya beda pulau. Sumatera dan Jawa! Cukup satu jam terbang dengan pesawat! Tahu kan pesawat? Bukan pesawat telepon seperti ini!”

“Aku tunggu akhir tahun. Itu juga kalau kata-katamu benar!”

***

Pesawat lepas landas. Perjalanan lancar. Di pelupuk mata terbayang wajah kekasih. Sesekali matanya berkaca-kaca.

Maafkan aku Karin, aku tak bisa kembali padamu. Kau tak tahu di pulau yang lain istri dan calon bayi kami menunggu.

***

Seorang wanita dengan anak berusia dua tahun berdiri di ruang tunggu bandara. Lelaki yang dikira akan kembali, ternyata tak kunjung tiba.

“Ayah mana? Kata Ibu aku punya ayah? Ibu bohong!”

Previous Post Next Post

You may also like

Leave a comment

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.