Cakar Ayam

Kehamilan Anak Kedua

Saat itu sekitar bulan April. Saya mulai merasakan tidak enak badan. Demam dan lemas sekali. Akhirnya, saya memutuskan untuk istirahat di rumah dan izin tidak mengajar. Setelah diingat-ingat, saya tersadar kalau sudah lewat dari tanggal haid biasanya.

Harap-harap cemas saya mencoba tes kehamilan menggunakan testpack yang memang sudah saya stok. Hasilnya positif! Wah, rasanya campur aduk saat itu. Saya sudah lama tidak hamil. Usia anak pertama saya sudah lima tahun. Memang saya dan suami tidak menggunakan alat kontrasepsi apapun. Kami juga niatnya memang memiliki anak yang tidak terlalu dekat jaraknya. Alhamdulillah masih dipercayakan mengandung kembali.

Kondisi Kehamilan Anak Kedua

Jika saat anak pertama bisa dibilang saya hamil kebo. Makan apa saja dan tidak pakai mual muntah. Malah mengharapkan muntah seperti kebanyakan orang. Nah, di kehamilan kedua ini kebalikannya. Saya tidak punya selera makan.

Hampir semua makanan saya keluarkan lagi dari mulut. Apalagi jika makanannya memiliki rasa dan bau yang tajam. Makin parah ketika saya mencoba ikut puasa, sebab sudah masuk bulan Ramadan. Wah, jangankan mau masak, makan aja kalau gak dipaksain, ya gak mau makan. Saat itu yang masuk perut saya cuma makanan yang plain rasanya. Telur rebus, bening bayam.

Makanan Padang apalagi junk food sama sekali tidak diterima perut. Padahal Adis, anak pertama saya kadang ngajakin buka puasa di restoran ayam tepung terkenal itu. Saya ikuti kemauannya karena sudah berhasil puasa penuh seharian. Eh, pulang dari sana saya mabuk berat. Keluar semua isi perut. Kapokkk

Ketika mulai masuk usia kehamilan dua-tiga bulan, saya mulai melirik makanan semacam sup daging dan sate kambing. Masya Allah sedap sekali. Pola makan saya mulai enakan. Sayur dan buah tak pernah juga ketinggalan. Terutama buah mangga yang saat itu sedang musim. Harganya murah sekali.

Alhamdulillah setelah itu kondisi saya sehat. Meskipun puasa saya tidak penuh. Namun semua kegiatan bisa dikerjakan seperti biasanya.

Next, saya cerita lagi ya dipostingan berikutnya. 😉

Previous Post Next Post

You may also like

Leave a comment

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.