Jalan-Jalan

Hutan Mangrove Pulau Baai Bengkulu: Serunya Traveling Bareng Teman

 Berawal dari Instagram…

Foto-foto instagramable dari wisata Hutan Mangrove (hutan bakau) Pulau Baai Bengkulu sudah setahun yang lalu wara-wiri di media sosial anak-anak zaman now. Beruhubung aku orangnya sedikit workaholic jadi mau piknik ke sana kok kayak gak punya waktu. Padahal dari tempat kerja paling hanya 20 menitan. Alhasil cuma mupeng aja liat orang-orang berwisata sementara akunya masih kurang piknik. ((Meratapi tumpukan kertas ulangan))

Dermaga hutan mangrove bengkulu

Akhirnya Bisa Foto di Dermaga yang Kekinian Itu

Alhamdulillah bulan April yang lalu teman-teman satu komunitas guru Bahasa Inggris sepakat untuk menutup kegiatan rutin komunitas kami dengan berwisata dan pilihannya jatuh ke Hutan Mangrove ini. Hari Rabu itu kami berangkat dengan penuh semangat, berangkat beramai-ramai dari satu titik kumpul untuk konvoi menuju lokasi hutan mangrove. Menggunakan kurang lebih empat mobil yang muatannya penuh kami tiba di sana dengan wajah semringah.

Ada Apa Saja di Wisata Hutan Mangrove?

Perahu yang Sedang Merapat di Dermaga

Kami langsung disambut dengan pemandangan air kehijauan dan tanaman bakau yang berjejer. Tampak juga dermaga dan perahu nelayan yang bersandar di sana. Mata kami tertuju pada barisan penjual souvenir kerajinan kerang. Bentuknya bermacam-macam, mulai dari kotak tisu, tirai kerang, pajangan meja dan lain sebagainya. Harganya juga cukup terjangkau, kisaran sepuluh ribuan sampai seratus ribuan. Jangan lupa nawar sih kalau mau belanja.

Salah Satu Contoh Kerajinan Tangan yang Terbuat dari Kerang

Aku gak beli apa-apa soalnya tujuannya saat itu ingin menikmati keindahan alam, bukan belanja. ((Padahal lagi gak punya duit dan sebenarnya naksir banget ama hiasan kerangnya)) Nanti kalau balik lagi ke sini pokoknya harus bawa uang lebih buat beli kerajinan tangannya.

Setelah tanya-tanya sama penduduk sekitar ternyata kalau mau menuju ke hutan mangrove harus naik perahu. Setelah nego harga akhirnya disepakati untuk dua tempat tujuan, hutan mangrove dan Lentera Merah kami harus membayar 35 ribu perorangnya.

Lentera Merah, Icon Hutan Mangrove di Instagram

Tujuan kami pertama kali menuju lokasi Lentera merah, Oya, lentera merah itu nama sejenis mercusuar yang dicat warna merah dan kalau difoto kelihatan catchy banget di mata. Jaraknya cukup jauh dan memakan waktu sekitar 30-40 menit. Tapi gak bosan juga sebab di atas perahu yang berisi 12-14 orang itu suasananya seru sekali. Meskipun saat itu pukul 11 siang dan matahari sedang terik-teriknya tapi gak bikin aku melempem untuk teriak-teriak melambaikan tangan ke arah kapal-kapal besar yang sedang berhenti di tengah laut. Pokoknya aku norak! Hahaha

Beberapa Kapal Besar yang Kami Lewati

Sambil menikmati birunya laut, aku nyemilin camilan gratis yang dibawa teman-teman. Sesekali aku mencelupkan sebelah tangan ke air yang bikin teman-teman lainnya teriak karena perahunya jadi miring sebelah. Akhirnya kami tiba di lokasi Lentera Merah. Sayangnya, kami tidak diperbolehkan mendarat (eh, kalau di laut apa sih istilahnya?) jadi hanya melihat lentera yang instagramable itu dari atas perahu. Sempat aku abadikan juga sih tapi sayangnya jadi kurang dekat. Padahal niatan awalnya kami mau sambil makan siang di sana. Akhirnya muter balik menuju lokasi kedua, hutan mangrove!

Lentera Merah. Can you see that?

Matahari makin terik di atas kepala, dua perahu yang kami tumpangi berlayar beriringan. Sungguh luar biasa ciptaan Tuhan. Indonesia memang sebuah mahakarya yang patut selalu kita cintai. Aku jadi punya cita-cita keliling Indonesia dulu sebelum ke luar negeri. Iya, malahan wisata di Bengkulu saja baru sedikit sekali yang aku kunjungi. Gini lah efek kalau libur senangnya ke pulau kapuk buat kelonan. (Curhat terselubung)

Jadi, hutan mangrove dan Lentera Merah ini arahnya bertolak belakang. Waktu kami banyak dihabiskan di atas perahu. Hanya saja jarak tempuh menuju hutan mangrove lebih singkat dibandingkan menuju Lentera Merah. Perahu yang kami tumpangi mulai melambat saat kami memasuki kawasan hutan mangrove. Kiri-kanan yang ada cuma tumbuhan bakau. Perahu kami terus berlayar menuju ujung hutan mangrove dan kemudian berhenti di satu titik.

Menikmati Sensasi Makan Siang di Atas Perahu

Bayangin aja di atas perahu ini kami menyantap makan siang

Waktunya makan siang! Bisa dibayangkan serunya makan siang di atas perahu beramai-ramai dengan teman-teman. Mulai dari bagi-bagi nasi padang, buah jeruk dan salak, air minum kemasan, wahh surgaaaa… Terik matahari mah abaikan yang penting senang, makan dan kenyang beramai-ramai. Sambil makan, kami bisa melihat ikan-ikan kecil yang tampak berenang di sekitar perahu. Sepertinya mereka menunggu rezeki nasi yang jatuh. Tenang aja, kami cukup sadar diri untuk tidak membuang sisa makanan ke dalam air.

Setelah makan, perahu kami bertolak kembali menuju dermaga. Saat akan merapat, nahkodanya main tabrak aja perahu yang berjejer berada di depannya. Kami para emak-emak di perahu kan jadi panik takut perahunya karam. Ternyata emang mau ngerjain. Heu.. untung gak satupun dari kami yang meloncat duluan. Iyalah, soalnya gak ada yang bisa berenang. Wkwkwkwk

Bonus: Tips Buat Kamu Saat Traveling Bareng Teman

Eaaa… emang seru ya kalau berwisata bareng teman-teman. Beda aja rasanya dibandingkan pergi bareng keluarga. Berdasarkan pengalaman di atas, aku punya sedikit tips nih buat kamu yang mau pikinik bareng teman.

  • Bawa uang lebih buat iuran atau traktir camilan. Jangan kayak aku yang kerjanya nebeng doang
  • Bila pergi di siang hari, siapkan kacamata hitam, penutup kepala atau sunblock lebih dari satu biar bisa kece bareng. ((Sebenarnya ini modus aja biar aku bisa minjem dan numpang pake sunblock))
  • Setiap mau belanja atau naik wahana yang gak ada karcisnya, kudu nawar. Kalau kamu gak jago nawar, tumbalkan satu orang yang paling cerewet buat bantuin.
  • Wisata alam artinya menikmati keindahan alam. Jadi, please jangan buang sampah sembarangan. Soalnya aku sedih banget liat sampah yang terombang-ambing di air dan itu benar-benar mengurangi keindahan alam
  • Terakhir, dokumentasikan momen kebersamaan. Siapkan tongsis, power bank, memori hp atau kamera kalau ada agar kenang-kenangan ini bisa kita share di media sosial atau buat nulis postingan blog kayak aku.

So, intinya kalau kita berpergian bareng teman-teman haruslah menjunjung tinggi kebersamaan. Seperti tips yang ditulis oleh Mak Lia Djabir tentang Tips Liburan Bersama Teman di blognya. Jangan lupa dikunjungi juga ya! Sampai jumpa di tulisan berikutnya.

p.s. FYI aja, sampai sekarang muka ama tangan masih belang karena terbakar sinar matahari. (curcol lagi) 😛

Baca juga: Asyiknya Liburan ke Curup

Previous Post Next Post

You may also like

8 Comments

  • Reply erlina indrawathie

    Wahhh…. kudu satronin ini tempat kayaknya…. apalagi bareng gengs kesayangan, surga jadi deketttt…
    Hee… btw bikin penampakan blognya kece badai lho… pake theme apa ini?? Bocorin donk biar bisa nyontek…

    Mei 13, 2018 at 6:58 am
  • Reply Hastira

    wah bengkulu punya hutan mangrove ya, bagsu;ah ya mencegah abrasi juga ya

    Mei 13, 2018 at 7:21 am
    • Reply Apura

      Iya mba Bengkulu banyak potensi wisata alamnya

      Mei 15, 2018 at 10:03 am
  • Reply Yosa Irfiana

    Waaa makan siang di perahu nyaman banget ya mbaaak. Bengkulu kudu jadi list liburan aku nih, karena banyak tempat bersejarah dan wisata alam. 🙂

    Mei 13, 2018 at 11:07 am
  • Reply rainhanifa

    Keren juga ya hutan mangrovenya!
    Kebetulan aku juga baru bahas tentang hutan mangrove di Pulau Bawean, nih 😀

    Mei 14, 2018 at 4:02 am
  • Reply Donna Imelda

    Seru ya makan di atas perahu hehehe. Foto pemandangan hutan mangrove-nya sayang gak kelihatan. Penasaran seperti apa.

    Mei 15, 2018 at 1:56 pm
  • Reply zefy

    hehehe…masih belang mbak? hehehee…
    gapapa, itu membuat Mbak Pura terlihat lebih menawan kok 😀

    Mei 16, 2018 at 2:15 pm
  • Reply Nisya Rifiani

    Aku belum pernah ke bengkulu… Undang aku ke sana kak, hehehe… Hutan mangrovenya bagus banget ya, semoga aku bisa ke sana… 😉

    Mei 17, 2018 at 2:40 pm
  • Leave a Reply

    This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.