Cakar Ayam

#Day19: Bulan, Embun, dan Kamu

Lagi mabuk puisi ini. Aduh, aduh… bawaannya pengin mengheningkan jiwa aja tiap dengar musikalisasinya yang dinyanyikan sama Manji.
Maaf ya kalau yang follow saya di beberapa akun medsos isinya cuma tetang puisi yang ini lagi dan lagi. Semoga ga bosan. Hahahaha…
Check this out, babe!
*semoga ga ada salah penulisan*

Bulan sembunyi di matamu.
Tiap-tiap membuka, malam
begitu cemerlang di hatiku.
Embun rimbun di bibirmu.
Tiap-tiap menganga, hening
meletus di jantungku.

Aku ingin bersepi-sepi, karena pada
tiap-tiap sepi kutemukan dirimu
lebih lama dari biasanya,
lebih senyap dari lepuh subuh,
lebih hening dari bening embun.

Tuhan, yang kamu cintai,
adalah yang secara rahasia
mengajariku cara mencintaimu

(Bulan, Embun, dan Kamu)

Pohon Duka Tumbuh di Matamu: Sehimpun Sajak Rindu
by Khrisna Pabichara

Previous Post Next Post

You may also like

Leave a comment

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.