Cakar Ayam

Berbagi Cinta

Teroris cinta

Waktu SMA aku punya tokoh karikatur yang kunamai Teroris Cinta. Teroris cinta? Iya, hati siapa yang tidak meledak-ledak kalau sudah jatuh cinta, patah hati dan cerita cinta lainnya bahkan yang masih jones (jomblo ngenes; kata anak abege) sekalipun merasakan ledakan-ledakan melihat yang ia cintai.

Cinta itu komitmen yang baik.

Ketetapan untuk berjuang mendapatkan dan bertahan. Selama kehidupan, tak ada hal yang mudah kudapatkan begitu saja, Tuhan selalu memberikan banyak pelajaran bahkan remedial sebelum menyatakakn lulus dan mendapat yang dituju. Setelah melewati berbagai ledakan dan yang terakhir ‘big bang’ dalam hal jatuh cinta. Saat ini buatku cinta itu ternyata sederhana: jangan menuntut atau mengharap balasan yang berlebihan atas apa yang kita berikan.

Maka, cinta itu memberi.
Banyak-banyaklah memberi dalam bentuk apapun. Tak hanya cincin berlian, atau uang receh satu lemari, tapi perhatian berupa pertolongan berserta senyuman itu juga bukti cinta yang tak bisa dijual.

Soal memberi harta, aku belajar banyak dari pasangan. Dia tak pernah pelit berbagi, selagi ada. Bahkan tak adapun diusahakan.

Bicara cinta yang berupa perhatian, tentu saja ibu adalah guru yang paling baik. Seletih apapun ketika anaknya meminta bahkan tanpa perlu diminta, beliau sudah terlebih dulu menyediakan yang diperlukan. Seorang pekerja keras yang tanpa lelah meski kadang kita upah dengan air mata.

Saat ini sejak mulai jadi ibu 25 September 2013 yang lalu, aku bahkan lebih merasakan lagi apa itu cinta. Ternyata cinta itu hangat dan indah, sehangat ompol putriku yang ada di pelukan.

Haruskah marah ketika ia ‘membagi cinta’nya pada kita? Tidak. Bahkan kita tertawa lantas membalas ‘cintanya’ dengan mengganti pakaiannya. Lalu ia akan membalasnya lagi dengan tawa dan senyuman. :))

Momen yang indah kan?

Hitung saja, berapa kali kita bahagia karena cinta. Jauh lebih banyak dibandingkan patah hati.

Ah, bersyukurlah jika bisa jatuh cinta berkali-kali dengan jalan memberi. Kita tak pernah tahu balasan apa yang Tuhan beri.

Previous Post Next Post

You may also like

1 Comment

  • Reply Bety Sanjaya (@I_am_BOA)

    Iya, bener banget. Cinta itu (saling) memberi. Duh, beruntungnya sudah bisa merasakan memberi cinta sebagai ibu. Aku juga pengen ngerasain.

    Terima kasih sudah bersedia berbagi. :’)

    Desember 3, 2013 at 10:52 pm
  • Leave a Reply

    This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.